Trip Via Ferrata Gunung Parang, Wisata Adrenalin untuk Pemula

Sekilas tentang Via Ferrata Gunung Parang

Gunung Parang adalah salah satu gunung di Purwakarta dengan ketinggian mencapai 963 meter diatas permukaan laut. Yang menarik adalah, Gunung Parang sudah memiliki jalur via ferrata sehingga sangat cocok untuk pendaki pemula.

Via ferrata sendiri berasal dari bahasa Italia yang artinya jalur besi. Jadi berbeda dengan mendaki gunung biasa, Gunung Parang bisa kamu daki dengan bantuan pijakan-pijakan besi. Singkatnya, via ferrata ini menggabungkan mendaki gunung dan wall climbing.

Sambil mendaki, kamu akan disuguhkan pemandangan gunung dan waduk yang menakjubkan

Cara ikut trip Via Ferrata Gunung Parang

Ada banyak cara yang bisa kamu pilih jika ingin melakukan pendakian Gunung Parang via ferrata. Kamu bisa coba ikut open trip yang ditawarkan jasa tour pariwisata, berangkat sendiri, atau ikut Backpacker Jakarta seperti saya. Untuk Open Trip dengan tour pariwisata, rata-rata harganya berkisar di 350 ribu.

Via ferrata Gunung Parang sendiri terbagi menjadi beberapa ketinggian, mulai dari 100m, 300m, 500m, 700, hingga 900m. Harga akan berbeda-beda tergantung ketinggian yang ditempuh.

Saya memilih melakukan trip via ferrata ini dengan Backpacker Jakarta

Pemandangan saat Mendaki

Selain mendapatkan pengalaman wisata pemacu adrenalin, kamu juga dapat menikmati pemandangan yang luar biasa selama pendakian misalnya waduk Jatiluhur.

Waduk Jatiluhur yang menemani kamu selama pendakian

Dan tentu saja kamu bisa berfoto-foto di berbagai spot instagram-able 🙂

Salah satu spot foto

Guide pendakian sudah paham spot-spot yang keren untuk berfoto, mereka akan menyuruhmu berhenti sejenak dan berpose untuk mereka foto. Jadi kamu bisa mendaki dengan tenang tanpa harus peduli apakah kamu akan dapat foto-foto yang instagram-able atau tidak. Kamu bahkan bisa menitipkan kamera ke mereka jadi beban pendakianmu lebih ringan.

Hal-hal yang perlu kamu ketahui jika ingin mendaki Gunung Parang via ferrata

  1. Waktu terbaik untuk mendaki adalah pagi hari. Karenanya, sebaiknya kamu berangkat dari Jakarta malam hari (sekitar jam 12 malam) dan kamu akan tiba di basecamp pendakian pukul 3 pagi. Lalu kamu bisa istirahat dan tidur sebelum mulai mendaki pada pukul 6:30. Jika kamu mulai mendaki pukul 6.30 atau 7, kamu akan tiba ke basecamp lagi sekitar pukul 11. Lalu kamu bisa mandi dan siap-siap makan siang.
Di basecamp kamu bisa sarapan dan menyiapkan bekal air minum untuk dibawa mendaki
Kamu juga bisa tidur sambil menunggu waktu pendakian pada pagi hari. Pemilik kedai di basecamp menyediakan selimut dan bantal untuk pengunjung

2. Pastikan kamu membawa tas selempang. Ini sangat penting. Karena saat pendakian tangan dan kakimu akan sibuk. Tas selempang ini akan membantumu membawa barang-barang penting seperti air minum, handphone, dan kamera

3. Bawa sunblock. Saat matahari mulai meninggi, sinar matahari akan sangat menyengat. sunblock akan mencegah kulitmu terbakar dan mengelupas setelah pendakian.

4. Bawa sarung tangan. Karena via ferrata ini adalah jalur besi, maka besi pegangannya bisa jadi panas saat siang hari. Sarung tangan akan mencegah tanganmu terbakar saat mendaki.

Wisata Kuliner Sate Maranggi setelah mendaki

Nah jika kamu telah selesai mendaki, sebelum pulang ke Jakarta, kamu bisa coba makanan khas Purwakarta yakni Sate Maranggi. Salah satu yang paling terkenal adalah Sate Maranggi Haji Yetty.

Aku sendiri sebenarnya tidak pernah memprioritaskan kuliner saat sedang jalan-jalan. Biasanya aku lebih tertarik dengan wisata alamnya itu sendiri. Namuuuun, bahkan aku pun harus mengakui sate maranggi di sini sangat enak.

Setusuk sate dihargai 5 ribu rupiah, baik sapi, kambing, ataupun ayam. Menurut aku, yang paling enak adalah sate sapi.

10 tusuk sate sapi dan nasi tutug oncom totalnya 65 ribu

Sate Maranggi Haji Yetty ini juga tidak pernah sepi. Selalu ramai pengunjung. Dan katanyaaaa, omset rumah makan sate maranggi Haji Yetty ini mencapai 650 juta per hari. Uwaaaaw 😀

Sate Maranggi Haji Yetty tidak pernah sepi

Penutup

Wisata via ferrata Gunung Parang adalah wisata yang cocok untuk kalian yang tertarik dengan wisata adrenalin seperti wall climbing namun belum punya pengalaman. Wisata ini juga cocok untuk kamu yang suka pemandangan dari atas gunung namun fisiknya belum kuat untuk mendaki. Harga wisata ini juga tidak terlalu mahal jika mempertimbangkan pengalaman dan pemandangan yang didapatkan.

Published by Heru Darmawan

A traveller, a gym addict, and a content creator in one body. I write mostly about travel tips and experience, gym, or random thoughts.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: