Travel ke Shanghai dan Beijing Seminggu: Itinerari, Biaya, dan Tips

Pernah ingin travelling ke China tapi bingung kemananya? Atau bingung berapa biayanya? Atau kamu punya pertanyaan-pertanyaan lain seputar jalan-jalan ke Negeri Tirai Bambu ini? Nah tulisan ini akan membahas semua informasi yang kamu perlukan, mulai dari itinerary, total biaya, serta tips-tips lainnya.

China secara umum

Secara umum, jalan-jalan ke China bisa jadi pengalaman yang sangat membuka pikiran kita. China adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia (setelah Amerika) namun masih mampu menjaga kulturnya dengan sangat baik.

Sebagai contoh, kamu bisa lihat betapa maju dan modernnya kota Shanghai.

Dan pada saat yang sama kamu juga bisa menikmati Beijing yang kulturnya masih sangat kental.

Dan tentu saja kamu bisa mendatangi Tembok China yang terkenal itu.

Itinerary

Untuk itinerary ini, aku membagi perjalanannya menjadi 2 bagian besar: Shanghai dan Beijing. Shanghai adalah kota yang modern. Kota ini memiliki berbagai pusat perbelanjaan. Jika kamu tipe yang suka belanja, kamu bisa menyusun satu hari khusus untuk belanja. Tapi di itinerary ini, aku hanya memasukkan destinasi yang iconic dari kota Shanghai itu sendiri.

Hampir semua penjuru Shanghai dipenuhi dengan pusat perbelanjaan dengan brand-brand ternama, cocok untuk kalian yang suka belanja

Hari 1 (Shanghai): Qibao Water Town, The Bund, dan Huangpu River Tour

Qibao Water Town

Jika kamu bukan tipe yang suka belanja dan lebih suka menjelajah tempat-tempat unik seperti aku, maka kamu bisa mengunjungi Qibao di Shanghai. Qibao adalah salah satu kota . air yang terkenal di Shanghai.

Walaupun Qibao sebenarnya adalah kota tua, tapi kota ini sudah lumayan terkena modernisasi. Banyak bangunan yang lantai 2 keatasnya terlihat tradisional, tapi lantai satunya adalah toko modern yang menjual berbagai kebutuhan, terutama pakaian.

Selain menikmati nuansa kota air, kamu juga bisa mendatangi sebuah pasar yang merupakan pusat jajanan di Qibao

Pusat jajanan di Qibao

Di sepanjang lorong ini, kamu bisa menemukan berbagai makanan yang sangat menarik. Mulai dari jajanan buah dibalut gula yang khas China…

…hingga bakpao lucu ini.

The Bund

Setelah puas menjelajahi kota air Qibao, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke The Bund. The Bund adalah salah satu tempat paling iconic di Shanghai. Nuansanya mirip Merlion di Singapura yang ramai dan dikelilingi air. Di satu sisi, kamu bisa melihat bangunan-bangunan Shanghai yang bernuansa Eropa…

Di sisi seberangnya, kamu bisa melihat Sungai Huangpu dan berbagai gedung iconic di Shanghai.

Kamu bisa bersantai sambil menikmati The Bund hingga malam. Jangan lupa membeli tiket untuk naik Huangpu River Tour pada malam harinya.

Huangpu River Tour

Setelah puas menjelajahi The Bund, kamu bisa ikut tur naik kapal menjelajahi Sungai Huangpu pada malam hari. Percayalah, tur ini tidak boleh kamu lewatkan. Semua gedung di sepanjang sungai akan menyala dengan lampu-lampu yang cantik dan akan membuat kamu terpana.

Kapal yang kamu naiki selama tur Sungai Huangpu malam hari

Tur ini sebenarnya dibuka juga pada siang hari, namun sebaiknya kamu naik turnya pada malam hari saja karena pemandangannya yang lebih indah.

Gedung-gedung yang menyala dapat kamu saksikan dari atas kapal
Bangunan lain yang bisa kamu saksikan dari atas kapal
Jangan lupa sempatkan berfoto dengan latar belakang gedung-gedung Shanghai dari atas kapal.

Hari 2 (Shanghai): Disneyland Shanghai

Setelah kamu menjelajahi Qibao, The Bund, dan Huangpu River Tour, sebenarnya kamu sudah menjelajah hampir semua tempat yang menurut aku keren di Shanghai. Sisanya adalah beberapa taman atau kuil yang menurut aku bisa kamu lakukan nanti saja ketika di Beijing. Selanjutnya, kamu bisa menjelajah Disneyland Shanghai seharian penuh.

Ada banyak tempat seru di Disneyland Shanghai yang bisa kamu jelajahi. Mulai dari Enchanted Storybook Castle yang megah segali…

Atau menjelajah Pirates of the Caribbean Ride.

Atau Tron Ride yang sebenarnya adalah roller coaster tapi dibuat dengan nuansa sangat futuristik layaknya film Tron

Tron Ride yang keren banget
Interior di dalam Tron Ride yang akan membuat kamu merasa seperti agent spesial Tron

Atau kamu juga bisa menjelajah berbagai atraksi lainnya. Di Disneyland, kamu tidak akan kehabisan pilihan atraksi untuk dijelajah seharian.

Istana Alice in Wonderland
Kapal Pirates of Caribbean

Hari 3 (Beijing): Berangkat dari Shanghai ke Beijing dan Belanja di Silk Market

Naik Kereta tercepat kedua di dunia dari shanghai ke beijing

Setelah selesai menjelajahi Shanghai 2 hari, kamu bisa pindah ke Beijing pada pagi hari dengan naik Beijing-Shanghai High-speed Railway. Ini adalah kereta tercepat kedua di dunia. Kecepatannya mencapai 350km/jam, atau sekitar 3 kali lebih cepat dari kereta tercepat di Indonesia (Argo Jati dengan kecepatan 139km/jam).

Beijing-Shanghai High-Speed Railway. (Foto milik Reuters)

Kereta ini akan membawa kamu dari Shanghai ke Beijing hanya dengan 4 jam, lebih cepat 6 jam dari kereta lain dengan rute yang sama (10 jam perjalanan). Bagaimana dengan harganya? Kereta ini sebenarnya tidak terhitung murah. Harganya sekitar 1,2 juta per perjalanan. Namun, karena ini adalah kereta tercepat kedua di dunia, aku tetap naik untuk merasakan pengalamannya.

Jika Beijing-Shanghai Railway adalah kereta tercepat kedua, yang nomor 1 kereta apa? Kereta tercepat pertama di dunia ternyata juga dipegang oleh China, yakni Maglev Train Shanghai yang menghubungkan Bandara Pudong Shanghai dengan pusat kota Shanghai (mirip seperti kereta BNI City yang menghubungkan pusat kota Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta). Sayangnya, aku tidak sempat menaiki kereta ini karena keretanya hanya beroperasi dari jam 6 pagi hingga jam 10 malam sementara pesawatku mendarat di Pudong jam 2 pagi.

Maglev Train, sumber: wikipedia

Silk market

Setelah sampai di Beijing, kamu akan segera merasakan vibe yang berbeda. Hingar-bingar Shanghai yang modern tiba-tiba langsung berubah menjadi bangunan-bangunan bernuansa tradisional yang kental di Beijing.

Qianmen, sebuah daerah di Beijing yang sangat kental nuansa kulturnya

Untuk kamu yang tiba di Beijing pada musim panas atau musim semi, mungkin kamu bisa langsung menjelajah Beijing. Namun jika kamu seperti aku yang datang ke China pada musim gugur dan musim dingin, kamu mungkin akan merasakan perbedaan bawah Beijing lebih dingin dibanding Shanghai. Karenanya, yang pertama aku lakukan adalah membeli perlengkapan musim dingin yang lebih banyak dan lebih tebal. Ini bisa kamu lakukan salah satunya di Silk Market.

Silk Market Beijing, sumber: shoppinginbeijing.com

Silk Market ini sangat terkenal dan selalu ramai dengan turis. Barang-barang yang dijual disini terlihat premium dan mahal, tapi sebenarnya semuanya adalah BARANG PALSU. Kamu akan menemukan barang-barang bermerk Gucci, Balenciaga dan sebagainya. Tapi jangan ragu untuk menawar. Tawar saja mati-matian. Tawar saja hingga 10% dari harga yang diberikan. Misalnya penjual memberi harga 1000 Yuan untuk sebuah jaket, tawar saja 100 Yuan. Kamu mungkin akan diberikan tatapan merendahkan dari penjual, tapi coba saja pura-pura tinggalkan tokonya. Kamu akan dikejar dan diberikan harga terakhir yang bisa cuma 150 atau 200 Yuan. Pokoknya jangan malu menawar!

Hari 4 (Beijing): Tiananmen Square, Forbidden City, Jingshan Park, dan Beihai Park

Tiananmen Square dan Forbidden City

Tiananmen Square adalah sebuah kompleks bangunan dan lapangan yang sangat besar di Beijing. Bangunannya yang megah akan membuat kamu terpana. Setiap pagi dan sore akan ada pasukan yang akan menaikkan dan menurunkan bendera di lapangan ini. Jika kamu tipe yang biasa bangun pagi, kamu bisa sempatkan melihat prosesi tersebut.

Forbidden City

Forbidden City dan Tiananmen Square terletak bersebelahan, terpisah hanya sekitar 10 menit jalan kaki. Kamu bisa menjelajahinya bersama sekaligus. Di dalam keduanya terdapat berbagai museum yang bisa kamu kunjungi.

Forbidden City malam hari

Jika memang kamu ingin menelusuri museum-museum ini, sebaiknya kamu sewa seorang guide yang bisa menjelaskan tentang sejarah keduanya. Menjelajahi kedua bangunan ini sendiri tanpa guide akan terasa membosankan karena yang kamu lihat kebanyakan adalah bangunan yang mirip satu sama lain. Jika kamu bukan tipe yang suka sejarah seperti aku, kamu bisa cukup masuk sebentar, foto-foto secukupnya, lalu pindah ke destinasi selanjutnya.

Jingshan Park dan beihai park

Baik Jingshan Park maupun Beihai Park terletak dekat dengan Tiananmen Square. Kamu bisa mendatangi keduanya, atau untuk kasusku yang sudah kecapekan jalan kaki (rata-rata tempat wisata di Beijing itu besar dan harus jalan kaki), aku hanya pilih salah satunya yakni Beihai Park.

Beihai Park

Beihari Park adalah sebuah kompleks taman dengan danau dan sebuah temple putih (White Pagoda Temple) di puncaknya. Luas total Beihai Park mencapai 68 hektar (Tahu kan kenapa sekarang aku bilang kecapekan jalan kaki?). Kamu bisa menjelajahi sekitaran danaunya yang luas, lalu mendaki hingga ke puncak White Pagoda.

Salah satu area di Beihai Park saat mendaki menuju ke White Pagoda
Hampir tiba di White Pagoda…

Saat tiba di puncak, kamu bisa melihat pemandangan yang saaaaangat menakjubkan dari atas.

Pemandangan dari puncak Beihai Park

Kamu juga bisa memesan kopi di kedai yang terdapat di atas puncak Beihai Park. Percayalah, di cuaca Beijing yang dingin, secangkir kopi panas adalah sebuah kenikmatan tiada tara.

Kedai kopi di puncak Beihai Park, sebuah anugrah di Beijing yang dingin

Hari 5 (Beijing): Tembok China, Mutianyu Section

Mendaki Tembok China sebenarnya tidak perlu kamu lakukan di hari kelima. Yang paling penting adalah usahakan kamu datang di hari kerja. Hindari akhir pekan dan hari libur agar tidak terlalu ramai.

Hal lain yang musti kamu tahu adalah Tembok China itu saaaaangat panjang dan tidak semuanya bisa didatangi. Ada beberapa section saja yang bisa didatangi. Yang paling ramai didatangi pengunjung adalah Badaling Section. Saranku, hindari Badaling Section. Kamu bahkan tidak akan bisa mengambil foto tanpa bocor di background saking ramainya.

Mutianyu adalah salah satu section yang tidak terlalu ramai tapi juga tidak terlalu menantang. Di Mutianyu, semua bagian temboknya sudah direnovasi sehingga tidak ada tangga-tangga yang berbahaya.

Tembok China di Mutianyu Section
Pemandangan selama mendaki Tembok China, banyak gunung-gunung yang menawan

Untuk mendaki Mutianyu Section, kamu bisa memesan jauh-jauh hari di Traveloka, Klook atau aplikasi sejenis. Nantinya, kamu tinggal datang ke tempat kumpul sesuai instruksi di aplikasi dan berangkat. Kamu akan dibawa ke Mutianyu menggunakan bus dengan wisatawan lain. Paket Mendaki Mutianyu Section sendiri tidak terlalu mahal, hanya 15 USD (210 ribu) dan sudah termasuk bus pulang pergi dan tiket masuk.

Satu hal lagi yang harus kamu tahu, Mutianyu Section ini terbagi jadi 20 pos (masing-masing ditandai dengan sebuah menara). Dari semua pos ini, yang pemandangannya paling menarik adalah pos 14 – 20. Jadi, sebenarnya kamu bisa naik Cable Car saja langsung ke pos 14 dan mendaki hingga pos 20. Jika kamu mau berhemat, tentu kamu bisa mendaki dari pos 1, tapi saranku sebaiknya naik cable car saja jika kamu punya budgetnya.

Cable Car akan membawa kamu langsung ke pos 14

Setelah kamu mencapai puncak tertinggi di pos 20, kamu bisa berjalan pulang ke pos 14 dan naik cable car lagi. Pilihan lainnya adalah berjalan terus sampai pos 6 dan naik Toboggan. Toboggan ini mirip seperti seluncur yang akan membawamu langsung ke pos 1.

Toboggan berada di pos 6 dan bisa membawa kamu langsung meluncuuuuur ke pos 1.

Tidak perlu takut mengendarai Toboggan. Kamu bisa mengontrol sendiri kecepatannya. Cukup tekan tuas ke arah depan dan kamu akan melaju. Sebaliknya, tarik tuas ke arah dalam dan kamu akan mengerem.

Hari 6 (Beijing): Summer Palace dan Temple of Heaven

Summer Palace

Summer Palace

Summer Palace ini fungsinya mirip seperti “villa” kaisar China, semacam tempat berliburnya kaisar. Summer Palace terdiri dari satu kompleks bangunan megah, danau yang luas, serta sebuah pulau kecil yang terhubung dengan jembatan besar.

Pemandangan dari puncak Summer Palace

Saking besarnya, menjelajahi Summer Palace sebenarnya bisa makan waktu hingga satu hari. Kamu bisa mulai dengan mendaki hingga ke puncak tertinggi di Summer Palace, lalu dilanjutkan dengan berjalan ke pulau kecil dan jembatan megah yang menghubungkannya . dengan daratan utama.

Di sepanjang jalan menuju jembatan, kamu akan menemukan suasana yang sangat menenangkan seperti ini.

Di sepanjang jalan ini juga terdapat beberapa kedai yang menjual makanan dan kopi untuk kamu yang butuh minuman hangat.

Lalu kamu bisa menyebrangi jembatannya dan melihat Summer Palace dari pulau kecil yang terdapat di tengah danau.

Temple of Heaven

Jika kamu belum kehabisan waktu dan masih punya energi, kamu bisa lanjutkan perjalanan ke Temple of Heaven. Meski begitu, perlu kuingatkan lagi bahwa semua tempat wisata di Beijing sangat besar dan luas. Aku sendiri memutuskan untuk membagi Summer Palace dan Temple of Heaven menjadi 2 hari. Tapi tergantung kamu, kalau rasanya kamu bisa bangun pagi dan mulai perjalanan lebih awal, mungkin kamu bisa padatkan Summer Palace dan Temple of Heaven dalam 1 hari.

Temple of Heaven

Sejujurnya, salah satu wisata favoritku selama di Beijing selain Tembok China adalah Temple of Heaven. Selain bisa melihat kuil-kuil megah, sepanjang jalan di dalam kompleks Temple of Heaven sangat hijau dipenuhi pohon-pohon. Ada banyak burung yang terbang kesana kemari yang bisa menghibur kamu sepanjang perjalanan. Bahkan kadang kamu bisa melihat tupai-tupai yang berlompatan dari pohon ke pohon.

Sepanjang jalan di dalam Temple of Heaven dipenuhi pohon-pohon.

Selain Temple of Heaven yang menjadi atraksi utama, ada banyak temple lain di . kompleks ini yang menarik dan bisa kamu jadikan tempat untuk duduk istirahat sebelum melanjutkan penjelajahan.

Kamu juga bisa menemukan penduduk lokal yang melakukan kegiatan menarik seperti menari dan latihan taichi.

Hari 7 (Beijing): Mencari Oleh-Oleh di Qianmen dan Pulang

Untuk mencari oleh-oleh, kamu bisa mendatangi daerah Qianmen. Daerah ini dipenuhi berbagai toko tradisional yang menjual berbagai makanan seperti Bebek Peking yang sudah divacuum dan dibungkus untuk jadi oleh-oleh, atau sekadar snack-snack yang bisa kamu beli per-kilo.

Gerbang Qianmen pada malam hari

Qianmen sendiri sebenarnya cukup menarik. Disini terdapat tempat-tempat yang biasa kamu temukan di tempat lain, namun dibangun dengan kearifan lokal. Salah satunya Madame Tussauds.

Atau bahkan Starbucks yang sangat terlihat khas Beijing.

Selesai mencari oleh-oleh, kamu bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Beijing International Airport dan pulang ke Indonesia.

Tempat tinggal selama di Shanghai dan beijing

Untuk hotel sebenarnya kamu bisa pilih sesuai budget yang kamu punya. Tapi yang perlu diperhatikan adalah seberapa strategis daerahnya. Untuk Shanghai, Jing’an bisa jadi daerah yang strategis. Di Beijing, kamu bisa cari hotel di Qianmen.

Total biaya

Setelah kamu melihat semua yang bisa kamu jelajahi di Shanghai dan Beijing, pertanyaan selanjutnya adalah berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk perjalanan ini. Nah dsini aku detilkan pengeluarannya, terutama yang major.

Sebelum membaca listnya, penting kamu ketahui bahwa secara umum harga di China adalah 2 kali lipat di Jakarta. Jika kamu biasa makan ramen seharga 35 ribu di Jakarta, maka ramen di China berharga 70 ribu (35 Yuan). Begitupun dengan hotel. Hotel dengan fasilitas layaknya Reddoorz yang biasa berkisar di harga 150-200 ribu di Jakarta akan berharga sekitar 300-400 ribu di China (150-200 Yuan).

Sebelum kamu baca totalnya, penting untuk kamu pahami berbagai ketentuan berikut:

  1. Tiket pesawat bisa lebih murah atau lebih mahal.
  2. Makan disamaratakan 35 yuan (70 ribu) sekali makan. Dengan 35 yuan ini kamu bisa makan ramen ayam yang porsinya cukup besar di Beijing. Shanghai biasanya sedikit lebih mahal dibanding Beijing. Kamu juga bisa berhemat dengan makan roti, tapi kamu akan butuh banyak energi untuk jalan kaki. Aku sarankan jangan terlalu pelit untuk makan. Jangan sampai kamu malah jatuh sakit selama di perjalanan.
  3. Tiket masuk tempat wisata berkisar antara 20-50 yuan (40-100 ribu rupiah) per tempat wisata.
  4. Kamu tidak perlu masuk ke Disneyland jika tidak terlalu suka dengan taman bermain, ini akan menghemat pengeluaranmu.
  5. Hotel sebenarnya bisa lebih murah, tergantung kebutuhanmu. Yang penting pastikan saja hotelnya menyediakan air panas jika kamu datang di musim gugur atau musim dingin.
  6. Kamu tidak perlu naik kereta cepat dari Shanghai ke Beijing jika ingin berhemat. Kamu bisa naik kereta biasa namun waktu tempuhnya bisa menghabiskan waktu seharian (10 jam). Alternatif lain adalah naik pesawat dari Shanghai ke Beijing.

Berikut adalah total biayanya

Tips mengunjungi China secara umum

Sebelum kamu mengunjungi China, penting untuk kamu ketahui bahwa China adalah negara yang sangat berbeda dengan negara-negara lain. Misalnya, hampir tidak ada orang yang bisa berbahasa Inggris yang akan kamu temukan di China. Atau internet yang sangat dibatasi oleh pemerintah akan cukup menyulitkan karena kamu bahkan tidak bisa membuka Google Map.

Untuk itu, perhatikan beberapa tips berikut sebelum kamu berangkat ke China:

  1. Hampir tidak ada orang yang bisa berbahasa Inggris yang akan kamu temui selama perjalanan. Karenanya, sebaiknya kamu download aplikasi yang dapat mentranslate baik suara, teks, maupun gambar. Ini akan sangat memudahkan kamu saat bertanya atau berbelanja.
  2. Semua produk Google dan Facebook (Google Map, Instagram, Facebook, Whatsapp dll) diblok di China. Ada 2 cara yang bisa kamu lakukan agar tetap bisa menggunakan aplikasi tersebut. Yang pertama adalah membeli kartu sim di China dan menggunakan VPN saat berinternet. Namuuun, tidak semua VPN bisa dipakai di China. Semua VPN yang bisa dipakai di China adalah VPN berbayar. Sebaiknya kamu riset dulu tentang VPN ini dan segera subscribe sebelum berangkat. Cara yang kedua adalah tetap menggunakan nomor Indonesiamu, namun kamu beli paket data internasional (beli paket yang coveragenya Asia-Australia). Ini bisa kamu beli di aplikasi Traveloka. Untuk Telkomsel, harganya 250 ribu untuk 2.5 GB dengan masa aktif 7 hari. Keuntungan cara kedua adalah kamu tidak perlu ribet ganti kartu dan begitu sampai di China, kamu bisa langsung menggunakan internet seperti biasa.
  3. Download aplikasi Rome2Rio untuk navigasi kendaraan umum seperti kereta dan bus. Google Map tidak terhubung dengan kendaraan umum di China, karenanya kamu tidak akan bisa menentukan kendaraan apa yang sebaiknya kamu naiki jika hanya mengandalkan Google Map.
  4. Percayakan navigasimu pada Google Map dan Rome2Rio. Jangan bertanya arah kepada orang di jalan. Pengalamanku mengajarkan bahwa bertanya jalan kepada orang (meski sudah menggunakan aplikasi penerjemah) justru membuat makin tersesat.

Penutup

Begitulah kira-kira itinerary, biaya, dan tips perjalanan untuk seminggu di Shanghai dan Beijing. Jadi, kapan kamu mau coba travel kesana? Beritahu di kolom komentar ya 🙂

Published by Heru Darmawan

A traveller, a gym addict, and a content creator in one body. I write mostly about travel tips and experience, gym, or random thoughts.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: