Lombok Travel Guide 5 Hari Dengan Budget 3 Jutaan (Termasuk Pesawat PP)

Total habis duit berapa? Kena berapa harga tiket travel kemarin? Mahal gak sih harga travel ke Lombok?

Jujur, pertanyaan kayak gini sering banget sih ditanyain. Tapi memamg gue juga maklum, secara duit itu krusial. Siapa yang mau berangkat travelling trus tiba-tiba jadi gelandangan karena habis duit, ya kan?

Nah makanya, untuk travel guide kali ini gue gak akan cuma fokus ke tempat-tempat yang bisa lo datangin di Lombok, tapi juga berapa budget yang lo perlu persiapkan.

Ready? Tariiik maaang.

Sekilas Tentang Lombok dan Guide Ini

WaterMark_2018-04-01-19-58-03

Wisata ke Lombok itu pasti dipenuhi dengan wisata pantai, dan itu wajar. Soalnya banyak banget pantai keren di Lombok. Mulai dari yang rame dan udah terkenal kayak di Gili Trawangan sampai pantai-pantai sepi kayak Pantai Semeti dan Tanjung Aan. Tapi jangan khawatir, buat yang suka budaya ada juga Desa Sasak yang gak kalah menarik.

Untuk guidenya sendiri, biaya-biaya yang gue list disini adalah biaya esensial ya, kayak hotel murah, makan, transportasi, dan beberapa biaya eksplorasi misalnya snorkeling, naik kuda di pinggir pantai, dan surfing. Gitu yaaaaa. Jadi kalo lo maunya yang mewah-mewah kayak resort carinya gak disini. Carinya sama gadun, wkwkwk. Lagian, budget 3 juta mau resort ye kaaaan.

Day 1, Tiba di Lombok dan Cara ke Senggigi

Kita mulai dulu dengan tiket pesawat. Tiket pesawat dari Jakarta ke Lombok itu sekitar 1 juta, bisa atas dikit bisa bawah dikit. Kalo kayak gue kemarin agak diatas itu dikit, soalnya lagi long weekend. Nah kalo lo mau hemat, cari aja tiket-tiket yang berangkatnya Selasa atau Rabu misalnya.

Begitu sampai di Bandara Lombok, kalian bisa pilih tuh mau explore daerah mana dulu. Yang jelas kemanapun tujuan kalian, jangan naik taksi. Naik damri aja yang bentukannya kayak gini.

WaterMark_2018-04-01-20-03-12

Nah Damri kayak gini harganya cuma 35-40 ribu, jauh lebih murah daripada naik taksi yang harganya bisa hampir 10 kali lipatnya.

WaterMark_2018-04-01-20-02-29

Di hari pertama, gue memutuskan untuk menjelajah daerah Senggigi dulu. Di Senggigi ini sebenarnya gak banyak yang bisa dilihat sih. Ada Pantai Senggigi dan Pura Batu Bolong yang lumayan untuk dikunjungi. Tapi selain itu gak ada lagi sih (atau gue yang gak tau?). Maksud gue, lo gak perlu habisin satu hari disini. Salahnya gue kemaren udah book hotel 1 hari di Senggigi jadi mau gak mau harus stay disini.

Anyway, in case lo memutuskan untuk menjelajah Senggigi, ini yang bisa lo temuin.

Pantai Senggigi

WaterMark_2018-04-01-20-01-43

Not bad sebenarnya. Laut yang biru dan beberapa perahu di pinggir pantai cukup untuk membuat gue berdecak kagum. Lo bisa duduk-duduk di pinggir pantai sambil minum air kelapa.

Dan kalo lo jalan dikit lagi menyusuri pantai, lo juga bisa ngeliat pantai yang pinggirannya bebatuan yang disusun kayak konblok.

WaterMark_2018-04-01-20-02-09

Untuk keliling di Senggigi, cara paling gampang adalah sewa motor. Harganya 60 ribu per hari. Setelah lo puas di pantai, lo bisa coba datang ke Pura Batu Bolong.

Pura Batu Bolong

WaterMark_2018-04-01-20-01-17

Pura ini terletak tepat di pinggir pantai Senggigi. Pemandangannya keren sih, karena menggabungkan kesakralan pura dan kemegahan laut sekaligus.

WaterMark_2018-04-01-20-00-52

Pura ini diberi nama Batu Bolong karena memang terdapat sebuah batu dengan lubang besar (bisa dilewati manusia) yang tercipta karena proses abrasi. Tapi mohon maaf nih sodara-sodara, saking terpesonanya, gue sampe lupa ambil foto batu bolongnya (Kan goblok ya, wkwkwk).

Untuk masuk ke Pura ini, lo harus pake selendang yang akan dikasih sama penjaga pura di depan pintu masuk. Dia gak akan mematok harga masuk secara khusus, tapi lo bisa kasih donasi secara sukarela. Kebanyakan orang kasih 20 ribu.

WaterMark_2018-04-01-20-00-28.jpg

Yang menarik dari pura ini adalah adanya satu pura kecil yang berada lebih menjorok di atas laut. Bagian ini adalah bagian favorit gue dari semua bagian Pura Batu Bolong.

Day 2, Gili Trawangan

Nah dari Senggigi lo bisa lanjutin perjalanan ke Gili Trawangan. Lo bisa pesan shuttle dari kios-kios di pinggir jalan atau langsung dari hotel ke Gili. Harga shuttle ini 75 ribu dan sudah termasuk tiket boat untuk menyebrang ke Gili (senilai 15 ribu). Dari sini sebenarnya lo gak harus ke Gili Trawangan. Lo juga bisa ke Gili lainnya kayak Gili Meno dan Gili Air. Di kios-kios ini juga lo bisa pesan tiket baliknya. Waktu itu gue langsung beli tiket balik dari Gili ke daerah Kuta (harga 200 ribu).

Dari hotel, nanti lo dijemput dan dibawa ke terminal ferry Bangsal. Waktu itu gue dijemput jam 8:30 pagi. Dari Bangsal, lo bisa jalan kaki atau naik kereta kuda ke tempat keberangkatan boat. Saran gue sih jalan aja, dekat kok. Paling 200 meter.

Kalo lo berangkat jam 8:30 pagi kayak gue, lo akan sampai di Gili Trawangan jam 11 pagi. Boatnya sih cuma 40 menit sebenarnya, tapi shuttle dari Senggigi ke Bangsal hampir 1 jam. Ditambah nunggu boat berangkat dan lalala yeyeye lainnya, jadilah sampe Gili jam 11an. Ye kaaaaan.

What to do in Gili Trawangan? Snorkeling!!!

Begitu sampe di Gili Trawangan, gue langsung check in di hotel (harga 100 ribu, tapi kalo dari Traveloka bisa lebih murah) dan lanjut pesan paket snorkeling. Harga paket snorkeling ini 100 ribu per orang untuk 3 spot snorkeling: Statue point, Turtle Point, dan Fish Garden. Harga ini sudah termasuk kacamata dan fin. Ada dua kali keberangkatan paket snorkeling, jam 11 dan jam 1. Gue ambil yang jam 1 jadi bisa haya haya heye heye dulu di hotel dan makan siang.

Statue Point

Jadi si spot pertama ini, lo bisa snorkeling sambil melihat susunan patung-patung di bawah laut kayak gini.

WaterMark_2018-04-01-20-03-55

WaterMark_2018-04-01-20-03-35

Spotnya lumayan oke sebenarnya. Kalo menurut kalian gak oke, ini karena guenya yang gak pinter ambil fotonya, wkwkwk. Tapi aslinya bagus kok. Lo bisa cek videonya juga kalo gambar aja gak cukup meyakinkan, ye kaaan.

Turtle Point

Nah ini spot favorit gue. Di spot ini lo beneran bisa snorkeling right beside a turtle! And no, I’m not kidding. Gue bahkan sempat ngikutin satu penyu dari dasar sampe dia naik ke permukaan. It was amazing!

Animated GIF-downsized_large.gif

Lo juga bisa cek video lengkap penyu berenang bareng kita disini.

Fish Garden

Fish Garden ini adalah spot terakhir di paket snorkeling ini. Di spot terakhir ini, lo bisa bawa roti (atau kalo gak bawa, bisa minta sama guidenya) dan kasih makan ikan. Niscaya para ikan akan berdatangan ke tangan lo kayak di video ini.

Animated GIF-downsized_large (1).gif

Next, Sepedaan Keliling Gili Trawangan

Kalo ngikutin jadwal gue, lo akan balik lagi ke Gili Trawangan sekitar jam 5 sore. Nah dari sini lo bisa sewa sepeda lalu keliling pulau. Harga sewa sepeda disini 40 ribu doang untuk 24 jam.

Gak usah takut capek. Gili Trawangan itu cukup kecil kok. Gue sendiri cuma ngehabisin waktu 90 menit untuk keliling pulau, dan ini gue udah berhenti-berhenti buat naik kuda dulu, duduk duduk dulu, lihat sunset dulu. Kalo lo gak berhenti-berhenti, setengah jam juga kayaknya bisa kelar. Tapi ya ngapain, yeee kaaan? Emang lagi balapan kok cepat-cepat banget, wkwkwk. Mending nikmati sepedaanya aja.

Naik Kuda di Pantai Gili Trawangan

Selagi menunggu sunset, lo bisa coba naik kuda di pantai. Untuk cuma naik kuda dan foto-foto, harganya 50 ribu. Tapi kalo lo mau benar-benar menunggangi kuda menyusuri pantai, harganya 100 ribu. Tenang, bakal ada pemandu yang mastiin lo aman. Dia juga akan bantu lo untuk ambil foto. Dan mereka juga udah tau cara ngambil foto yang bagus, jadi gak perlu khawatir hasilnya gak kece.

IMG_20180329_190550_203.jpg

Menurut gue harganya worth it sih terutama untuk yang memang belum pernah naik kuda kayak gue. Ada sensasi tersendiri pas kudanya diam, lo-nya juga diam, dan hanya air laut yang bergerak. Rasanya kayak waktu berhenti. Sumpah gak gue lebai-lebaiin.

Makan Malam di Night Market Gili Trawangan

WaterMark_2018-04-01-19-59-57

Nah setiap malam di Gili Trawangan (di dekat pelabuhan tempat pertama kali lo sampe) bakal ada night market yang isinya orang jualan hasil laut segar. Lo bisa pilih-pilih sendiri mau makan apa dan mereka akan langsung panggangin buat lo.

WaterMark_2018-04-01-19-59-09

Sumpah, lo akan terpesona ngelihat ikan dan udang yang segar-segar dipamerin disitu.

WaterMark_2018-04-01-19-59-35.jpg

Selesai makan besar, gue memutuskan untuk pulang ke hotel untuk istirahat. Kalo lo suka party-party, lo juga bisa nongkrong di bar di Gili dengan teman-teman baru. Kali aja dapat pacar bule, ye kaaaaan.

Day 3, Kuta, Lombok

Nah sebenarnya disini lo bisa tentuin apakah akan stay lagi di Gili Trawangan, atau pindah ke Gili lain kayak Gili Meno atau Gili Air. Penyebrangan antar Gili cukup gampang kok, kamu tinggal pesan tiket boat di pelabuhan. Harganya per tiketnya juga murah, cuma 8-10 ribu.

Tapi gue kan anaknya suka tampil beda nih, ye kaaaan. Jadi gue memutuskan untuk pergi ke Kuta, Lombok. Pertimbangannya adalah karena Gili lain tidak terlalu jauh beda bentukannya dibanding Gili Trawangan. Jadi rasanya Gili Trawangan udah cukup buat gue tanpa harus ke Gili yang lain.

Cara paling gampang ke Kuta adalah pesan shuttle dari Gili Trawangan ke Kuta. Waktu itu gue pesan dari 1 hari sebelumnya di tempat yang sama dengan gue pesan shuttle ke Gili Trawangan dari Senggigi. Harga shuttle ini 200 ribu, sudah termasuk tiket boat dari Gili Trawangan ke Terminal Bangsal.

Nanti lo akan naik boat kayak gini dari Gili Trawangan.

WaterMark_2018-04-01-19-58-29

Perjalanan dari Gili Trawangan ke Kuta cukup lama. Lo akan naik boat dulu. Pasa sampai Bangsal, lo akan dijemput shuttle dan dibawa ke Kuta. Biasanya mereka akan nanya lo stay di hotel mana, nanti akan diantarkan sampai hotel.

Gue waktu itu berangkat dari Gili Trawangan jam 8 dan sampai di Kuta jam 12 siang dan langsung check in di hotel. Nah ini gue mau rekomendasikan hotel yang menurut gue oke. Namanya Sawe Homestay. Homestay ini dikelola oleh keluarga gitu. Harganya murah sih, cuma 100 ribu per malam dan udah termasuk 2 bed, wifi, dan sarapan. Tapi yang paling penting, airnya deras banget. Puas kalo mandi, which is important ya. Soalnya kalo lo main di pantai, mandi bersih-bersih setelahnya itu penting banget.

Nih gue kasih lihat beberapa foto kamarnya dan hotelnya sebagai referensi.

Bagian depan kamar dilengkapi kursi dan meja bambu. Beberapa kamar punya hammocknya sendiri gitu juga.

WaterMark_2018-04-01-20-04-43.jpg

Gue dapat 2 kasur gede untuk harga 100 ribu doang per malam. Dengan 2 bed kayak gini, lo bahkan bisa rapetin jadi satu dan bed-nya jadi muat buat 3 orang. Kalo lo datang sama temen, kebayang kan hematnya. Ada wifi pula! Uuuunch banget ye kaaaan!

WaterMark_2018-04-01-19-33-23

Kamar mandi dengan air yang sudekat kakaaaak.

WaterMark_2018-04-01-19-39-05

Lalu free sarapan. Lo bisa pilih mau makan pancake atau omelette.

WaterMark_2018-04-01-19-38-15

Di hotel ini lo juga bisa sewa sepeda motor seharga 50 ribu perhari (24 jam).

Pantai Tanjung Aan

Nah setelah lo check-in dan bongkar barang-barang. Lo bisa sewa motor dan jelajah salah satu pantai paling bagus di daerah Kuta, Pantai Tanjung Aan.

WaterMark_2018-04-01-19-58-03.jpg

Meski bagus dan bersih, pengunjung di pantai ini gak banyak. Jadi untuk lo yang suka foto-foto di pantai, lo gak akan kesusahan ambil foto karena terlalu banyak orang di background foto lo. Di pantai ini lo bisa dengan mudah dapat foto bagus dengan background bersih anti bocor-bocor

Lo juga bisa ambil foto di ayunan Pantai Tanjung Aan kayak gini.

WaterMark_2018-04-01-19-57-20.jpg

Bukit Merese

Puas main di pantai, lo bisa lanjut jalan sedikit ke Bukit Merese yang letaknya benar-benar disebelahnya Pantai Tanjung Aan.

WaterMark_2018-04-01-19-55-27.jpg

Buat lo yang khawatir takut capek ngedaki, gak perlu khawatir sama yang satu ini. Pendakiannya gak lama, cuma jalan beberapa menit dan lo udah sampai di spot yang bagus.

Lo juga bisa lihat Pantai Tanjung Aan dari atas kayak gini.

WaterMark_2018-04-01-19-56-40

Batu Payung

Selesai dari Bukit Merese, lo bisa turun dan naik motor sekitar 5 menit ke Batu Payung.

WaterMark_2018-04-01-19-54-36.jpg

Kalo lagi di area Kuta, wajib banget kesini sih. Walaupun spot utamanya adalah batu payung, tapi area di sekitarnya juga dipenuhi karang-karang bebatuan warna warni.

Yang lucu adalah waktu gue kesini, tiba-tiba hujan turun deras banget. Dan ya akhirnya kita benar-benar berpayung di batu payung kayak gini, ye kaaaaan.

WaterMark_2018-04-01-19-55-05.jpg

Day 4, Pantai Mawun, Pantai Semeti, Pantai Selong Belanak, dan Desa Sasak

Di hari ke 4, lo bisa jelajahi pantai-pantai di bagian barat daya Lombok. Kalo lo bangun dan berangkat pagi-pagi, lo akan sampe di pantai-pantai ini sendirian seolah ini pantai milik lo sendiri.

Pantai Mawun

WaterMark_2018-04-01-19-54-14.jpg

Perjalanan dari Sawe Homestay ke Pantai Mawun cukup dekat, cuma 20 menit naik motor. Waktu gue sampai di pantai ini, cuma ada satu orang bule lagi sunbathing di pinggir pantai. Yup, sesepi itu. Kayak beneran punya lo sendiri.

Pantai Semeti

WaterMark_2018-04-01-19-53-17.jpg

Selesai dari Pantai Mawun, lo bisa jelajahi Pantai Semeti yang jaraknya 30 menit naik motor dari Pantai Mawun. Ada 2 bagian dari Pantai Semeti. Bagian pertama adalah pantai berpasir seperti gambar di atas.

Sementara bagian kedua adalah pantai dengan batu-batuan yang menarik untuk lo jadikan spot untuk foto.

WaterMark_2018-04-01-19-52-10.jpg

Di bagian ini, lo juga bisa naik ke atas salah satu batu besar di sebelah kiri dan melihat pemandangan pantai semeti dari sudut agak tinggi. Sama dengan Pantai Mawun, Pantai Semeti adalah pantai yang cukup sepi. Waktu gue kesini, literally disana cuma ada gue sendirian dan 2 orang nelayan yang sedang memancing. Kalo lo butuh perubahan dari pantai-pantai yang bising, Pantai Semeti bisa lo jadikan pilihan untuk bersantai tanpa gangguan.

Pantai Selong Belanak

WaterMark_2018-04-01-19-51-22.jpg

Pantai Selong Belanak memiliki pasir landai yang sangat luas. Selain itu, ombaknya juga cocok untuk lo yang pengen belajar surfing. Disini terdapat banyak rumah makan buat lo yang lapar setelah menjelajah dua pantai sebelumnya.

Kalo lo tertarik, lo juga bisa belajar surfing dengan guru-guru surfer yang ada disini. Biasanya mereka memasang harga 200 ribu untuk 2 jam belajar. Jangan khawatir kalo lo takut gak bisa. Mereka udah biasa ngajarin orang yang gak punya basic sama sekali. Lo akan dibimbing dengan pelan sampe lo bisa.

Biasanya para siswa mereka menghabiskan 1 jam pertama untuk belajar. 1 jam selanjutnya, sebagian besar siswa sudah bisa berdiri diatas papan surfing. Nah pada saat ini, lo bisa kasih handphone lo ke salah satu gurunya dan mereka akan dengan senang hati ngebantu rekamin video lo saat surfing kayak gini.

Desa Sasak Ende

Waktu gue selesai dari Pantai Selong Belanak waktu itu udah jam 3 sore. Jadi gue memutuskan untuk lanjut ke destinasi terakhir gue di Desa Sasak Ende.WaterMark_2018-04-01-19-50-28.jpg

Jadi ini adalah desa wisata tempat tinggalnya Suku Sasak yang masih hidup secara tradisional. Total penduduknya gak banyak, ada 700 jiwa yang terbagi dalam 150 kepala keluarga. Yang menarik adalah mereka semua sudah memeluk agama Islam, namun masih menggabungkan beberapa budaya lokalnya.

Salah satu contohnya adalah bagaimana penduduk desa ini mengoles lantai rumahnya dengan kotoran sapi untuk menjaga kebersihannya. Bahkan mereka melakukannya sebelum ritual keagamaan seperti yasinan dan cukuran anak. Menurut mereka, justru jika belum diberi kotoran sapi, rumah tersebut belum bersih.

WaterMark_2018-04-01-19-48-07

Gambar diatas adalah masjid di Desa Sasak Ende yang menunjukkan penduduknya adalah pemeluk agama Islam.

Pada saat gue kesini, gue cukup beruntung karena ada rombongan dari UI yang juga datang dengan jumlah banyak. Karenanya, penduduk desa membuat pertunjukan Tari Presean yang mirip seperti tari perang dimana 2 orang laki-laki dewasa bertarung menggunakan tongkat dan tameng dari kayu kayak gini.

Animated GIF-downsized_large (2).gif

Penduduk juga menjelaskan bahwa untuk melestarikan budaya Tari Presean ini, mereka mengajarkannya kepada anak-anak dari kecil dan juga membiarkan mereka tampil di depan pengunjung seperti ini.

Animated GIF-downsized_large (3).gif

Setelah pertunjukan adalah justru bagian paling seru, hahaha. Karena penduduk akan mengundang pengunjung untuk mencoba melakukan Tari Presean kayak gini.

Animated GIF-downsized_large (4).gif

Kayak gue bilang tadi, pas gue disini ada banyak anak UI yang juga datang. Alhasil semua orang pada ngakak-ngakak ngelihat salah satu dari mereka harus diadu dengan dosen, LOL.

Tapi sebenarnya ini ide yang bagus. Buat lo yang ada dendam kesumat sama teman, yang pacarnya disalip teman, atau yang skripsinya gak di-acc sama dosen, bisa dilampiaskan disini, ye kaaaaan.

Desa Sasak Sade

Selain Desa Sasak Ende, ada 1 Desa Sasak lagi sebenarnya yang jaraknya tidak jauh, paling cuma 3 menit naik motor. Perbedaanya adalah ukuran desanya lebih besar dan kalau boleh jujur menurut gue udah terlalu touristy.

WaterMark_2018-04-01-19-39-43.jpg

Pada saat lo datang pertama kali ke Desa Sasak Sade, lo akan langsung disambut dengan orang-orang yang ngejarin lo untuk jadi tour guide. Gue sempat nolak waktu itu karena gue lebih suka explore sendiri, tapi bapaknya langsung ngejelasin kayak “Jadi di desa ini ada sekian ratus penduduk etc etc” jadinya gue gak enak motong pembicaraannya.

Akhirnya gue setuju untuk pake tour guide, yang untungnya dia gak patok harga tertentu. Lo bisa kasih tips sukarela aja. Waktu itu gue kasih 20 ribu karena selain ini gue cuma punya pecahan 50 dan 100 ribu di dompet gue. Gue gak yakin ini terlalu sedikit atau banyak, semoga bapaknya gak marah.

Kita mulai dari bagian depan Desa yang belum apa-apa sudah ada tulisan bergaya modern kayak gini:

WaterMark_2018-04-01-19-41-33.jpg

Begitu lo masuk, lo juga akan menyadari bahwa hampir semua rumah disini punya barang jualan seperti kain-kain dan pernak-pernik.

WaterMark_2018-04-01-19-44-00.jpg

Lo juga akan ketemu satu toilet yang walaupun memang sepertinya ditujukan untuk pengunjung, tapi menurut gue terlalu modern.

WaterMark_2018-04-01-19-47-32.jpg

Ini gue kasih lihat toiletnya secara lebih dekat.

WaterMark_2018-04-01-19-46-14.jpg

Tapi gue harus akui keberadaan tour guide lumayan membantu. Gue juga belajar bahwa penduduk disini menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah juga karena Pak tour guide.

WaterMark_2018-04-01-19-43-23.jpg

Pak tour guide juga menjelaskan kalau disini ada kendi-kendi yang biasa mereka pakai untuk wudhu, dan kalau anak-anak sedang bermain mereka kadang langsung minum dari situ.

WaterMark_2018-04-01-19-43-04.jpg

Gue sempat nanya emang gak papa langsung minum, kan airnya gak dimasak. Pak tour guide bilang gak papa. Um… not very sure, but okay.

Karena penduduknya lebih banyak dibanding Desa Ende, masjid di Desa Sade juga lebih besar dan bahkan ada pemisahan pintu masuk untuk perempuan, laki-laki dan anak-anak.

WaterMark_2018-04-01-19-41-57.jpg

Selesai dari Desa Sade, gue memutuskan pulang ke hotel karena sudah maghrib dan memutuskan untuk istirahat.

Day 5, Pulang

Untuk hari kelima, ini lo bisa pilih. Lo bisa cari pesawat malam atau sore kalo masih mau explore Lombok lagi sebelum pulang karena memang masih ada destinasi lain di Kuta yang belum gue jelajah, misalnya Pantai Seger yang katanya gak kalah cantik dari pantai-pantai lainnya.

Gue sendiri memutuskan untuk ambil pesawat pagi biar gue bisa istirahat sebelum mulai kerja lagi esok harinya.

Pertanyaannya, gimana caranya berangkat dari hotel ke airport? Gue waktu itu memutuskan untuk minta antar pihak hotel dengan motor. Biayanya 70 ribu, tapi ini gak gue tawar waktu itu. Kalo next time lo kesini, mungkin lo bisa tawar biar lebih murah. Sama kalau barang kalian banyak, mereka juga bisa antar dengan mobil ke airport. Harganya 100 ribu.

Kesimpulan

Lombok adalah wisata yang sangat pas untuk lo yang penyuka pantai. Dari utara, ke barat, ke selatan, ke timur, hampir semua wisata yang lo temuin adalah pantai. Meski begitu, lo juga bisa explore budaya desa di Desa Sasak kalo lo tertarik dengan budaya.

Sebelum gue buat breakdown biaya, gue ingatin lagi kalau tiket pesawat gue pake standar 1 juta, yang sebenarnya bisa lebih tinggi dan bisa lebih rendah. Untuk hotel lo bisa dengan mudah ketemu hotel dengan harga 100 ribu di Lombok. Bahkan kalo lo book dari Traveloka atau Booking.com lo bisa dapat lebih murah. Waktu itu gue dapat 87 ribu untuk Sawe Hotel, padahal kalau bayar di tempat harganya 100 ribu. Tapi di breakdown ini gue bulatin jadi 100 ribu.

Ini breakdown-nya:

Capture.PNG

Beberapa catatan:

  1. Makan gue hitung 10 kali adalah 2 kali makan untuk 5 hari. Kenapa? Karena sarapan kan lo dapat dari hotel. Jumlahnya juga gue bulatin 30 ribu per makan. Ini bisa lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung lo.
  2. Total harga adalah 3,6 juta tapi beberapa pengeluaran itu gak wajib. Kayak naik kuda, surfing, sewa sepeda, dan snorkeling. Tanpa biaya-biaya tambahan ini, total pengeluaran lo jadi cuma 3.250.000 rupiah. Murah banget ye kaaaan?

Jadi gimana? Masih ragu buat explore Lombok? Hehehe. Kabari gue kalo kalian ke Lombok ya, would love to hear your stories too 🙂

2 thoughts on “Lombok Travel Guide 5 Hari Dengan Budget 3 Jutaan (Termasuk Pesawat PP)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s