Nusa Ceningan dengan Blue Lagoon, Sang Surga Cliff Jumping

Untuk para traveller, berenang di pantai tentu bukan pengalaman yang baru. Apalagi jika kamu berkunjung ke Bali dan Nusa-Nusa di sekitarnya. Mungkin sudah sekian kali kamu berenang, ya kan?

Nah, karenanya mungkin kamu bisa coba pengalaman baru seperti cliff jumping di Blue Lagoon, Nusa Ceningan. Bagaimana caranya? Berikut penjelasannya ya 🙂

Blue Lagoon dan Nusa Ceningan secara umum

Blue lagoon adalah salah satu tempat wisata paling terkenal di Nusa Ceningan. Nusa Ceningan sendiri adalah salah satu nusa yang lebih kecil dan terletak bersebelahan dengan Nusa Lembongan. Karena pulaunya kecil, tempat wisata di nusa ini sebenarnya tidak terlalu banyak, hanya ada Blue Lagoon dan Secret Beach.

Meski begitu, Nusa Ceningan sendiri tidaklah sulit diakses. Hanya dipisahkan jembatan kuning (Yellow Bridge) dengan Nusa Lembongan, kamu bisa mengelilingi satu pulau ini dalam waktu setengah hari saja. Jadi meski tempat wisatanya tidak banyak, kamu bisa lebih puas menghabiskan waktu di tempat wisatanya, bukan di jalan. Menarik bukan?

Yang seru di Blue Lagoon

Dengan laut berwarna biru muda yang terhampar luas, tidak ada yang tidak akan berdegup nafasnya melihat keindahan Blue Lagoon. Itulah yang saya rasakan saat pertama kali sampai di sini. Dan itupun yang saya lihat dari wisatawan lain. Tidak ada yang tidak berkata WOW saat itu.

Hal pertama yang harus kamu lakukan disini tentu saja adalah mengambil foto. Tenang, berbeda dengan tempat wisata lain dimana kamu harus berebut mengambil foto atau merasa kesulitan karena selalu ada orang yang ‘bocor’ di foto kamu, Blue Lagoon tidak seramai itu. Kamu bisa mengambil foto dengan mudah dan tenang.

Saya bahkan bisa meletakan tripod dan mengambil foto berkali-kali tanpa merasa bersalah karena “menguasai” spot foto terlalu lama. Dan hasilnya memuaskan, seperti ini:

Puas mengambil foto dan memandangi keindahan Blue Lagoon, kamu bisa juga mengakses tempat ini lebih dalam untuk melakukan cliff jumping (lompat dari tebing ke laut).

Terdapat tiga lokasi untuk cliff jumping di tempat ini dengan ketinggian yang berbeda yakni 13 meter, 9 meter, dan 8 meter. Dengan ketinggian yang berbeda-beda ini, kamu bisa puas menguji adrenalinmu.

Satu hal yang harus kamu tahu sebelum melakukan cliff jumping adalah bahwa tempat ini pernah memakan korban. Karenanya, pastikan kamu berhati-hati. Saya sendiri memutuskan untuk tidak melompat karena waktu kedatangan saya kesana adalah akhir Desember dimana air sedang tinggi dan sering terjadi hujan. Ditambah lagi, saya mengunjungi Blue Lagoon sendirian. Jadi saya akan kesulitan untuk mencari pertolongan jika terjadi sesuatu.

Secret Beach, pantai tersembunyi dalam resort mewah

Puas dengan Blue Lagoon, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Secret Beach di Nusa Ceningan. Sesuai namanya, pantai ini letaknya cukup tersembunyi dan hanya bisa diakses dengan melewati sebuah resort.

Pihak resort sebenarnya membolehkan siapapun untuk mengakses pantai ini dengan syarat harus memesan makanan paling tidak 35 ribu untuk akses ke pantai, dan 100 ribu jika kamu ingin menggunakan fasilitas kolam renang mereka.

Meski begitu, penjagaan di resort ini cukup sepi sehingga sebenarnya kamu bisa tinggal masuk dan keluar saja tanpa membeli makanan. Tapi, sebaiknya kamu tetap memesan makanan sebagai bentuk terima kasih kepada pengelola ya 🙂

Lagipula, fasilitas kolam renang disana cukup bagus kok untuk dinikmati. Dengan wifi dan minuman, ini adalah cara yang tepat menghilangkan kepenatan setelah seharian mengelilingi Nusa Ceningan.

Cara mengelilingi Nusa Ceningan

Cara paling mudah mengelilingi Nusa Ceningan adalah dengan menyewa sepeda motor di Yellow Bridge. Harganya berkisar di 60-80 ribu untuk sehari semalam.

Berbeda dengan penyewaan motor di Bali dimana kamu diberikan fasilitas lengkap seperti helm dan STNK, beberapa motor di Nusa Ceningan bahkan tidak memiliki plat nomor. Helm sudah tentu tidak ada. Jadi kamu harus cukup berhati-hati selama berkendara. Gunakan kacamata hitam dan sunblock agar kulit kamu tidak terbakar matahari.

Mengendarai motor di Nusa Ceningan sebenarnya cukup menyenangkan. Berbeda dengan jalan di Nusa Penida yang hancur lebur, kondisi jalan di Nusa Ceningan cukup bagus. Letaknya pun pas di pinggir pantai, jadi kamu bisa mengendarai motor sambil menikmati pemandangan.

Tempat makan dan menginap

Ada banyak tempat makan di Nusa Ceningan, namun sebagian besarnya memasang harga yang cukup mahal. Saran saya, untuk makan dan menginap kamu pergi saja ke Nusa Lembongan. Harga hotel dan makanan di Nusa Lembongan relatif lebih murah. Dengan jarak antara Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan yang dekat, kamu tidak perlu khawatir kesulitan pulang kok.

Saya sendiri memutuskan untuk menginap di hotel Bunut Bali di kawasan Jungut Batu, Nusa Lembongan.

Biasanya mereka memasang harga di 200 ribu per malam, namun saya berhasil menawar harganya jadi 150 ribu per malam. Dengan fasilitas kamar mandi dalam dan luas, kasur yang besar dan bagus, serta wifi, menurut saya ini harga yang tidak buruk. Ditambah lagi, lokasinya sangat dekat dengan tempat makan. Saya bahkan menemukan satu tempat makan junkfood ala-ala KFC tiruan yang cuma berjarak 2 menit jalan kaki.

Hotel Bunut Bali juga terletak sangat dekat dengan pelabuhan sehingga kamu bisa tetap bangun siang walaupun kamu harus mengejar kapal penyebrangan ke Sanur, Bali.

Cara Pulang dan Pergi ke Nusa Ceningan

Akses ke Nusa Ceningan dan Lembongan sebenarnya tidak sulit. Saya berangkat ke Nusa Ceningan setelah sebelumnya mengunjungi Nusa Penida terlebih dahulu. Dari Nusa Penida, kamu cuma perlu naik boat dari Pelabuhan Toya Pakeh.

Untuk turis lokal, mereka biasanya memasang harga di 50 ribu untuk sekali jalan. Meski begitu, mereka hanya meminta 20 ribu kepada penduduk lokal. Jadi, jika kamu ingin mencoba keberuntungan, kamu bisa mengaku sebagai penduduk lokal.

Keberangkatan boat tidak terikat jadwal. Lama perjalanan tidak lebih dari 20 menit, dekat sekali. Boat akan berangkat saat penumpang sudah cukup 10 orang atau lebih. Pemberhentian boat adalah di Yellow Bridge yang menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Disini kamu juga bisa menyewa motor untuk keliling nusa.

Untuk pulang dari Nusa Lembongan ke Sanur, Bali, kamu bisa naik boat dari Pelabuhan Jungut Batu. Saya memutuskan untuk naik D’Camel Fast Ferry. Mereka memasang harga 100 ribu untuk sekali perjalanan. Pada saat memesan tiket, mereka sempat menanyakan asal saya dari mana. Saya jawab Jakarta dan mereka memasang harga 100 ribu kepada saya. Meski belum tentu benar, firasat saya mengatakan mereka memasang harga lebih rendah untuk penduduk lokal. Perjalanan dari Jungut Batu ke Sanur memakan waktu 30 menit.

Kesimpulan

Nusa Ceningan memiliki beberapa tempat wisata yang wajib didatangi, tapi tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama disini. Setengah hari sebenarnya sudah cukup. Kamu bisa lanjut mengunjungi Nusa Lembongan di setengah hari sisanya.

Jadi gimana? Tertarik untuk ke Nusa Ceningan? Beritahu saya di kolom komentar ya 🙂

Dan jangan lupa follo instagram saya untuk dokumentasi perjalanan seru lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s